Minggu, 06 April 2014

ANFIS CAIRAN TUBUH



ANFIS CAIRAN TUBUH
Air beserta unsur-unsur didalamnya yang diperlukan untuk kesehatan sel disebut cairan tubuh.Cairan ini sebagian berada diluar sel (esktraselular) dan sebagian lagi berada di dalam sel (intraselular).

Cairan tubuh terdiri dari:

Cairan intraseluler (dalam sel), 50% dari berat badan letaknya didalam sel dan mengandung elektrolit, kalium fosfat dan bahan makanan seperti glukosa dan asam amino. Kerja enzim dalam sel bersifat konstan, memecahkan dan membangun kembali sebagaimana dalam metabolism untuk mempertahankan keseimbangan cairan.

Cairan ekstraselular atau interstisial (di luar sel), membantul 30% cairan dalm tubuh (kurang lebih 12 liter). Cairan ini merupakan medium ditengah sel hidup. Sel menerima garam, makanan, oksigen, dan melepaskan semua hasil buangannya ke dalam cairan itu juga.

Plasma darah , 5% dari berat tubuh (3 liter), merupakan system transport yang melayani semua sel melalui medium cairan ekstrasekukar.

Contoh cairan tubuh adalah:
1. Darah dan plasma darah
2. Sitosol
3. Cairan serebrospinal
4. Korpus vitreum maupun humor vitreous
5. Serumen
6. Humor aqueous
7. Cairan limfa
8. Cairan pleura
9. Cairan amnion

Faktor yang mempengaruhi jumlah cairan tubuh adalah umur, jenis kelamin, dan kandungan lemak dalam tubuh. Secara umum, orang yang lebih muda mempunyai persentase cairan tubuh yang lebih tinggi dibanding dengan orang yang lebih tua, dan pria secara proporsional mempunyai lebih banyak cairan tubuh dibanding dengan wanita. Orang yang lebih gemuk mempunyai jumlah cairan yang lebih sedikit dibandingkan dengan orang yang lebih kurus, karena sel lemak mengandung sedikit air.
Cairan tubuh terdiri dari dua kompartemen cairan, yaitu: ruang intra seluler (cairan dalam sel) dan ruang ekstra seluler (cairan luar sel), namun ada juga kompartemen cairan lainnya yang dissebut sebagai cairan transelular. Kurang lebih 2/3 cairan tubuh berada dalam kompartemen cairan intra sel, dan kebanyakan terdapat pada massa otot skeletal.

Kompartemen cairan intrasel
Sekitar 28 dari 42 liter cairan tubuh ada di dalam 75 triliun sel dan secara keseluruhan disebut cairan intrasel. Jadi, cairan intrasel merupakan 40% dari berat total pada orang rata-rata.
Cairan masing-masing sel mengandung campurannya tersendiri dengan berbagai zat, namun konsentrasi zat-zat ini mirip antara satu sel dengan sel lainnya. Sebenarnya, komposisi cairan sel sangat mirip, bahkan pada hewan yang berbeda, mulai dari mikroorganisme paling primitif sampai manusia. Oleh sebab itu, cairan intrasel dari seluruh sel yang berbeda-beda dianggap sebagai satu kompartemen cairan yang besar.

Kompartemen cairan ekstrasel
Semua cairan di luar sel secara keseluruhan disebut cairan ekstrasel. Cairan ini merupakan 20% dari berat badan, atau sekitar 14 liter pada orang dewasa normal dengan berat badan 70 kilogram.

Dua kompartemen terbesar dari cairan ekstrasel adalah cairan intersitisial, yang berjumlah lebih dari ¾ bagian cairan ekstrasel, dan plasma, yang berjumlah hampir ¼ cairan ekstrasel, atau sekitar 3 liter. Plasma adalah bagian darah yang tak mengandung sel; plasma terus-menerus menukar zat dengan cairan interstitial melalui pori-pori membran kapiler. Pori-pori ini bersifat sangat permeabel untuk hampir semua zat terlarut dalam cairan ekstrasel, kecuali protein. Oleh karena itu, cairan ekstrasel secara konstan terus bercampur, sehingga plasma dan cairan interstitial mempunyai komposisi yang hampir sama kecuali untuk protein, yang konsentrasinya lebih tinggi di dalam plasma.

Kompartemen cairan transelular
Komparteman ini meliputi cairan dalam rongga sinovia, peritoneum, perikardium, dan intraokular, serta cairan serebrospinal; cairan-cairan tersebut biasanya dianggap sebagai jenis cairan ekstrasel khusus, walaupun pada beberapa kasus, komposisinya dapat sangat berbeda dengan komposisi plasma atau cairan interstitial. Cairan transelular seluruhnya berjumlah sekitar 1 sampai 2 liter.

Pergerakan Cairan
Cairan tubuh normalnya berpindah antara kedua kompartemen atau ruang utama dalam upaya untuk mempertahankan keseimbangan nilai cairan. Hilangnya cairan intra seluler (CES) ke dalam ruang yang tidak mempengaruhi keseimbangan antara cairan intra seluler dengan ekstra seluler, (CIS) dan (CES) disebut sebagai perpindahan cairan ruang ketiga. Efek dari perpindahan cairan ruang ketiga yaitu ditandai dengan pening, peningkatan frekuensi jantung, penurunan tekanan darah, penurunan tekanan intra sentral (TIS), edema, peningkatan berat badan, dan ketidakseimbangan dalam masukan dan haluaran cairan.
Pergerakan cairan yang normal melalui dinding kapiler ke dalam jaringan tergantung pada kenaikan tekanan hidrostatik (tekanan yang dihasilkan oleh cairan pada dinding pembuluh darah) pada kedua ujung pembuluh arteri dan vena.

lanjutan anfis cairan tubuh I



Pergerakan Cairan
Cairan tubuh normalnya berpindah antara kedua kompartemen atau ruang utama dalam upaya untuk mempertahankan keseimbangan nilai cairan. Hilangnya cairan intra seluler (CES) ke dalam ruang yang tidak mempengaruhi keseimbangan antara cairan intra seluler dengan ekstra seluler, (CIS) dan (CES) disebut sebagai perpindahan cairan ruang ketiga. Efek dari perpindahan cairan ruang ketiga yaitu ditandai dengan pening, peningkatan frekuensi jantung, penurunan tekanan darah, penurunan tekanan intra sentral (TIS), edema, peningkatan berat badan, dan ketidakseimbangan dalam masukan dan haluaran cairan.
Pergerakan cairan yang normal melalui dinding kapiler ke dalam jaringan tergantung pada kenaikan tekanan hidrostatik (tekanan yang dihasilkan oleh cairan pada dinding pembuluh darah) pada kedua ujung pembuluh arteri dan vena.

Pertukaran Cairan dalam Jaringan

Cairan dalam plasma berada di bawah tekanan hidrostatik lebih besar dari pada tekanan interstisial. Didalam plasma ada banyak protein, sedangkan cairan interstisial mengandung sedikit protein. Protein plasma ini mengeluarkan kekanan osmotok yang berusaha menghisap cairan masuk kedalam pembuluh kapiler.
Pada ujung  kapiler arteri, tekanan hidrostatik lebih besar daripada tekanan osmotic, yang mengakibatkan cairan terdorong masuk dalam jaringan. Sedangkan pada ujung kapiler vena tekanan hidrostatik kurang. Secara normal cairan yang  meninggalkan kapiler lebih banyak dari pada pembuluh yang masuk ke dalam kapiler, kelebihan ini disalurkan melalui limfe (getah bening).

Pertukaran antara cairan intraseluler dan ekstraselular juga tergantung pada tekanan osmotik. Akan tetapi membrane sel mempunyai permeabilitas selektif dan dilalui oleh beberapa bahan seperti okigen, karbon dioksida, dan ureum secara bebas. Mekanisme ini memompakan bahan lain masuk atau keluar untuk mempertahankan kensentrasi dalam cairan intraselular dan ekstraselular.

Fisiologi Cairan Dalam Tubuh
Pencegahan kehilangan darah, apabila pembuluh darah terputus atau pecah, dilakukan oleh berbagai mekanisme yaitu cairan tubuh dan darah. Cairan tubuh untuk menjaga agar cairan tubuh relatif konstan dan komposisinya stabil merupakan hal yang penting. Dalam pengaturan yang mempertahankan kekonstanan cairan tubuh diperlukan adanya pengaturan volume cairan tubuh, cairan ekstraselular, keseimbangan asam dan basa, control pertukaran antara kompartemen cairan ekstraselular dan intraselular.

Keseimbangan ciran. Dalam tubuh yang sehat 60% dari berat badan adalah air yang terdiri dari 2 komponen :  bagian cairan intraselular (65% dari cairan tubuh) dan  bagian cairan ektraselular (35% dari cairan tubuh). Cairan tubuh merupakan sarana untuk mentranspor zat makanan dan metabolisme membawa nutrient mulai dari proses absorpsi, mendisrtibusikan sampai ke tingkat intraselular.

Homeostasis
pengaturan fisiologi digunakan untuk mengembalikan keadan normal apabila terganggu. Cairan tubuh merupakan objek homeostasis karena dalam cairan tubuh diatur keseimbangan bermacam-macam elektrolit. Homeostasis juga mengatur keseimbangan asam dan basa. Cairan tubuh diatur agar suhu tubuh selalu konstan  dengan cara mekanisme produksi dan pelepasan panas.

Distribusi cairan tubuh:
1.      Cairan intrasel. Cairan yang berada didalam sel dibawah suatu bentuk pengendalian karena membrane sel bersifat permeable dan cairan dalam sel harus mempunyai mekanisme terlarut untuk mencegah masuknya air yang tidak terkendali dan mengeluarkan cairan secara terkendali. Volume air dalam sel tidak dapat di ukur.
2.      Cairan ekstrasel. Cairan yang berada diluar sel atau diantara sel (dalam jaringan), terdiri dari volume CES yang diukur karena batas ruang yang sukar ditetapkan. CES terdiri dari :
a.      Cairan interstisial: cairan yang berada diantara sel jaringan.
b.      Cairan intravaskuler (plasma): cairan yang berada dalam pembuluh darah yang mwmbawa oksigen kedalam jaringan dan mengeluarkan karbon dioksida.
c.       Cairan limfe: cairan yang berada dalam pembuluh limfe yang mengangkut partikel protein kedalam pembuluh darah.
d.      Cairan transeluler: cairan yang berada ditempat khusus misalnya cairan otak, cairan sendi, cairan bola mata,dll.
Tekanan osmotik yang dihasilkan oleh cairan plasma
Arah perpindahan cairan tergantung pada perbedaan dari kedua arah yang berlawanan ini (tekanan hidrostatik dari osmotik).
Selain elektrolit CES juga mengangkut substansi lain, seperti enzim dan hormon. CES juga membawa komponen darah seperti sel merah dan sel darah putih, ke seluruh tubuh.

Osmosis dan osmolaritas
Perpindahan air terjadi melalui membran dari daerah dengan konsentrasi zat terlarut yang rendah ke daerah dengan konsentrasi zat terlarut tinggi sampai dengan kedua konsentrasi tersebut sama.
- Difusi
Merupakan kecenderungan alami dari suatu substansi untuk bergerak dari suatu area dengan konsentrasi yang lebih tinggi ke daerah konsentrasi yang rendah. Difusi terjadi melalui perpindahan tidak teratur dari ion dan molekul. Gerakan molekul dan ion cenderung mengisi seluruh ruangan yang tersedia, darah yang terlarut selalu berada dalam gerakan yang acak menyebar dari daerah konsentrasi tinggi ke konsentrasi rendah sampai konsentrasi sama pada seluruh larutan.
- Filtrasi
peristiwa ketika sebuah benda cair dipaksa melintasi membrane atau penyekat karena perbadaan tekanan hidrostatik pada kedua belah sisinya. Molekul yang lebih kecil dapat melintas dengan zat cair, sedangkan molekul yang lebih besar tertahan. Hail ini terjadi apabila tekanan hidrostatik didalam pembuluh lebih besar dari tekanan didalam jaringan (diluar pembuluh)
- Pompa natrium-kalium
Konsentrasi natrium lebih besar dalam CES di banding di CIS oleh karena itu ada kecenderungan natrium untuk memasuki sel dengan cara difusi. Hal ini diimbangi juga oleh pompa natrium-kalium yang terdapat pada membran sel dan sel aktif memindahkan natrium dari sel ke dalam CES. Sebaliknya konsentrasi kalium intraseluler yang terjadi dipertahankan dengan memompakan kalium ke dalam sel.

lanjutan anfis cairan tubuh II


Rute pemasukan dan kehilangan
Air dan elektrolit diperoleh dengan berbagai cara. Dalam keadaan sehat, seorang memperoleh cairan dengan cara minum dan makan. Tapi dalam berbagai jenis penyakit cairan mungkin diberikan melalui jalur parenteral, atau melalui selang nutrisi enteral dalam lambung atau intestin. Jika keseimbangan cairan bersifat kritis, semua cara pemenuhan dan semua cara kehilangan harus dicatat dan volumenya dibandingkan. Organ-organ tampak kehilangan cairan termasuk ginjal, kulit, paru-paru dan gastrointestinal.

Pengaturan Keseimbangan Cairan

Organ yang berperan dalam pengaturan keseimbangan cairan meliputi:
1. Ginjal
Fungsi-fungsi utama ginjal dalam mempertahankan keseimbangan cairan:
a. Pengaturan volume dan osmolalitas CES melalui retensi dan eksresi selektif cairan tubuh.
b. Pengaturan kadar elektrolit dalam CES dengan retensi selektif substansi yang dibutuhkan .
c. Pengaturan pH CES melalui retensi ion-ion hidrogen.
d. Ekskresi sampah metabolik dan substansi toksik.
Oleh karena itu gagal ginjal jelas mempengaruhi keseimbangan cairan, karena ginjal tidak dapat berfungsi.
2. Jantung dan pembuluh darah
Kerja pompa jantung mensirkulasi darah melalui ginjal di bawah tekanan yang sesuai untuk menghasilkan urine. Kegagalan pompa jantung ini mengganggu perfusi ginjal dan karena itu mengganggu pengaturan air dan elektrolit.
3. Paru-paru
Melalui ekhalasi paru-paru mengeluarkan air sebanyak +300L setiap hari pada orang dewasa. Pada kondisi yang abnormal seperti hiperpnea atau batuk yang terus-menerus akan memperbanyak kehilangan air; ventilasi mekanik dengan air yang berlebihan menurunkan kehilangan air ini.
4. Kelenjar pituitari
Hipotalamus menghasilkan suatu substansi yaitu ADH yang disebut juga hormon penyimpan air, karena fungsinya mempertahankan tekanan osmotik sel dengan mengendalikan retensi atau ekskresi air oleh ginjal dan dengan mengatur volume darah.
5. Kelenjar adrenal
Aldosteron yang dihasilkan/disekresi oleh korteks adrenal (zona glomerolus). Peningkatan aldosteron ini mengakibatkan retensi natrium sehingga air juga ditahan, kehilangan kalor. Sedangkan apabila aldosteron kurang maka air akan banyak keluar karena natrium hilang. Kortisol juga menyebabkan retensi natrium.
6. Kelenjar paratiroid
Mengatur keseimbangan kalsium dan fosfat melalui hormon paratiroid (PTH). Sehingga dengan PTH dapat mereabsorbsi tulang, absorbsi kalsium dari usus dan reabsorbsi kalsium dari ginjal.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Keseimbangan Cairan
1. Usia
Dengan bertambahnya usia, semua organ yang mengatur keseimbangan akan menurun fungsinya, hasilnya fungsi untuk mengatur keseimbangan juga menurun. Misalnya: gagal ginjal, gagal jantung, dll.
2. Temperatur Lingkungan
Lingkungan yang panas bisa menyebabkan kita berkeringat banyak sehingga cairan banyak keluar.
3. Diet
Diet tinggi natrium akan berfungsi meretensi urine, demikian juga sebaliknya.
4. Obat-Obatan
Seperti steroid, diuretik.
5. Stress
Mempengaruhi metabolisme sel, meningkatkan gula darah, meningkatkan osmotik dan ADH akan meningkatkan sehingga urine menurun.
6. Sakit
Seperti bahan bakar, dalam keadaan sakit jelas mengeluarkan air yang banyak, seperti gagal ginjal.